pages

Friday, December 17, 2010

ini sudah cukup.

oh , kenapa degupan hati begitu laju ?
apa kao sudaa jatuh pada dea .

apa tiada gusar ngkau tepukan hanya sbelah tgn ?
tidak langsung hasil kan bunyi .
kenaapa di setiap kali hanya kao juga yang beriya iya .

cukup .
apa tidak penah kau rasa puas .
buas nafsu yang memakan diri .

sampai bila harus kao menanges sendiri.
sesak dengan kehendak diri .

teruja pada sesuatuuu yang belum pasti .
apa sanggup jika kau memiliki , kau harus berkongsi .
apa kau sudi jika tawaran itu diberi .
oh ini sudah cukup .

air rintik -rintik jatuh dari kelopak mata ,
kao simpan dalam , kau menjerit dalam ,
kao terluka dalam , semua dalam kotak hati engkau .
oh apa cukup kao mampu tahan ?


. . .

disebuah tempat aku bawak engkau ,
nafas dihela panjang dilepas lambat ...
tp aku yakin ketenangan engkau ada disitu .
kao genggam erat jemariku ,
seperti mahu aku beri kao kekuatan baruuu .
itu aku mampu . maka aku biar ia berlaku buat beberapa ketika .
sehingga bibir mugil yang kao kunci sekian lama terbuka,
dan berkongsi cerita .

oh ini sudah cukup ,
masa telah pong tiba .
buat apa disimpan sahaja .
kelak diri yang meranaa .


"apa ada pada diri sendiri yang sederhana , mengharapkan sebuah cahaya datang dalam kegelapan , berdoa ada jalan baruuu pada setiap kebuntuan ? "

ini sudah cukup .
semakin deras air mata kao jatuh membasahi pipi .

aku bersimpati .
tp ia adalah luar bidang kuasa ku .
aku jugak insan biasa yang daif .

diam .
dan berpikir panjang ntok itu .


No comments:

Post a Comment