apa kao sudaa jatuh pada dea .
apa tiada gusar ngkau tepukan hanya sbelah tgn ?
tidak langsung hasil kan bunyi .
kenaapa di setiap kali hanya kao juga yang beriya iya .
cukup .
apa tidak penah kau rasa puas .
buas nafsu yang memakan diri .
sampai bila harus kao menanges sendiri.
sesak dengan kehendak diri .
teruja pada sesuatuuu yang belum pasti .
apa sanggup jika kau memiliki , kau harus berkongsi .
apa kau sudi jika tawaran itu diberi .
oh ini sudah cukup .
air rintik -rintik jatuh dari kelopak mata ,
kao simpan dalam , kau menjerit dalam ,
kao terluka dalam , semua dalam kotak hati engkau .
oh apa cukup kao mampu tahan ?
. . .
disebuah tempat aku bawak engkau ,
nafas dihela panjang dilepas lambat ...
tp aku yakin ketenangan engkau ada disitu .
kao genggam erat jemariku ,
seperti mahu aku beri kao kekuatan baruuu .
itu aku mampu . maka aku biar ia berlaku buat beberapa ketika .
sehingga bibir mugil yang kao kunci sekian lama terbuka,
dan berkongsi cerita .
oh ini sudah cukup ,
masa telah pong tiba .
buat apa disimpan sahaja .
kelak diri yang meranaa .
"apa ada pada diri sendiri yang sederhana , mengharapkan sebuah cahaya datang dalam kegelapan , berdoa ada jalan baruuu pada setiap kebuntuan ? "
ini sudah cukup .
semakin deras air mata kao jatuh membasahi pipi .
aku bersimpati .
tp ia adalah luar bidang kuasa ku .
aku jugak insan biasa yang daif .
diam .
dan berpikir panjang ntok itu .

No comments:
Post a Comment